You are here: Home

Beranda

Pre
Dalam sebuah kehidup...
”Apa sebenarnya ha...
Pementasan Teater  “Srawung” 2 Kota Bandung– Surabaya

Pementasan Teater “Srawung” 2 Kota Bandung– Surabaya

Teater Lingkar berdiri sejak 1997 silam, berfungsi sebagai wadah berkesenian mahasiswa khususnya dalam lingkupm kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS).

Read more
More:

TEMU TEMAN VIII : Sang Sontoloyo Ingin Didengar


Aku terlahir di sebuah negara yang miskin, di dalam negara yang kaya raya. Mengapa hanya membunuh sebuah tikus dikerahkan orang-orang yang bersenjata api dan membawa sebuah pedang, lontar sang pemuda. Suara teriakan-teriakan yang memanggil Sontoloyo kembali terdengar, sang pemuda mencari-cari dari mana asal teriakan.

Sontoloyo ialah seorang pemuda yang terlahir dari keluarga miskin yang hidup disebuah kampung. Terbiasa dikucilkan, dianggap tidak penting, dan bodoh, itulah kehidupan sehari-hari yang harus dilakoninya. Sontoloyo, judul pementasan Monolog yang diangkat oleh Teater Arca 52, Universitas Teknik Medan di Gedung Kemuning Balai Kota Bogor, Rabu (20/10/2010 ).

Alunan alat musik jimbe dan suara lonceng menggaung, memecah kegelapan di gedung pementasan. Lampu merah menyala secara perlahan-perlahan menerangi seorang pemuda yang memakai kaos dan celana pendek hitam. Dengan memakai jaket jeans dan tertidur disebuah kursi kayu. Terdengar suara-suara teriakan memanggil sontoloyo, pemuda itu terbangun dan kebingungan mencari-cari dari mana asal suara-suara itu.

Ia berhenti lalu terdiam tak lama kemudian dia mengingat bapaknya yang mati didepan matanya sendiri, pemuda itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika bapaknya meninggal di depan matanya. Ia malu mempunyai nama Sontoloyo. Tapi yang membuat miris, ia merasa pantas menyandang nama itu. Dialah yang hanya bisa berucap tanpa ada tindakan.

Ia bergulung-gulung dan menangis. Genderang musik jimbe dan suara lonceng mengiringi pemuda itu ketika mengingat perkataan ibunya, "darah yang kau minum itu darah bapakmu". Pemuda itu berhenti dan bersembunyi di belakang kursi.

Menutup pertunjukan, sang pemuda berteriak menggelora,"dengarkan, dengarkan, dengarkan !". Lampu semakin redup lalu padam beriring tepuk riuh penonton pementasan monolog Sontoloyo. (Wereng/Petruk)

Read more
More:

SEJARAH ADALAH SEBUAH KITAB SUCI

Berawal dari niat untuk membuat wadah seni yang baru setelah bubarnya teater Sel, Pagupon Pos, dan Komunitas Seni Budaya (KSB). Nama lingkarlah yang diambil oleh Sandy Irwanto sebagai nama baru pada tahun 1997, karena dianggap seni itu akan selalu ada dan tidak akan pernah putus.

Secara bertahap, seiring berjalannya waktu dengan semangat berkesenian serta rasa hangat kekeluargaan, mampu membawa lingkar tetap hidup sejak tigabelas tahun silam hingga sekarang. Dari awal berdirinya Teater Lingkar bernaung dan menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari civitas kampus Sekolah tinggi ilmu komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya, atau yang disingkat Stikosa-AWS. Seiring waktu berjalan, Lingkar mencoba terus belajar, berproses dan terus mengevaluasi diri, dari satu naskah ke naskah lainnya.

Alhasil Lingkar berani keluar untuk berbagi pengalaman dengan melakukan pementasan ke beberapa kota. Berawal pada tahun 2006 di Malang. Dengan mengangkat Lakon Kursi Rimba yang disutradarai Yasin “Ubur-ubur” Al-Raviri, pada rangkaian acara Temu Teater Mahasiswa Nusantara ke V. Setahun kemudian. Surabaya, Jogja, dan Solo menjadi Kota-kota selanjutnya dari pementasan Kursi Rimba yang pada saat itu dipimpin oleh Afrizal “Jijay” Akbar selaku Sutradara yang melanjutkan dan mengembangkan kembali Lakon tersebut. Regenerasi pun terjadi ditiap tahun dengan tetap konsisten pada jalan yang dipilih. hingga pada 2008, teater Lingkar mementaskan Lakon Srawung, yang merupakan hasil adaptasi dari Naskah Pintu Tertutup karya Jhon Paul Sartre yang disutradarai MS “Bunga” Hadiarsa, dengan memilih Surabaya dan Bandung yang menjadi kota tempat berlangsungnya Pertunjukan itu. beberapa Kampus dan ruang terbuka lainnya juga tak luput disambangi Teater yang berdiri pada 8 Agustus 1997 ini. (tebo/gembul)

 

Read more
More:

Karya Terbaru kami

Selamat Jalan Kawan

Teater Lingkar Stikosa-AWS Surabaya

turut berbelasungkawa atas wafatnya

WS "Sang Burung Merak" Rendra

  • Kontak

  • Serangkai Kata Pengikat Jiwa

Silakan menghubungi kami di sini.

  • Sekretariat: Kampus Stikosa-AWS (Almamater Wartawan Surabaya), Nginden Intan Timur I/18, Surabaya
  • Telepon: (031) 5922018
  • Mobile: 08993989097 (Arsa Bunga)

Dengan memohon ijin kepada Tuhan Yang Maha Esa

Selagi langit kujunjung dan bumi masih ku pijak, LINGKAR akan ku GENGGAM

Selagi nafas ku hirup, LINGKAR akan ku PERJUANGKAN

Selagi masih ada matahari, LINGKAR akan tetap aku CINTA

dan bila aku harus memilih, LINGKAR yang akan aku UTAMAkan

LINGKAR... kau MENGALIR dalam darahku

TEATER... kau PENYEMPURNA bathinku

SENI... jadilah PENATA emosiku

TEATER LINGKAR... kami akan jadi PENJAGAmu

Video of The Month

 

Tribute to WS Rendra & Mbah Surip

Latest News

Popular